Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
BPS ungkap Oktober selalu alami inflasi bulanan, kecuali pada 2022
BetFoodie Lidah Indonesia2026-01-18 01:16:54【Tempat Makan】639 orang sudah membaca
PerkenalanPramuniaga melakukan siaran langsung penjualan perhiasan emas di sebuah gerai di Kota Malang, Jawa T

Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini mengangakan bahwa inflasi bulanan secara konsisten terjadi setiap Oktober selama empat tahun terakhir, kecuali pada Oktober 2022.
“Secara historis, pada setiap Oktober sejak 2021 hingga 2025 ini mengalami inflasi, kecuali pada Oktober 2022 yang mengalami deflasi,” kata Pudji Ismartini di Jakarta, Senin.
Ia mengangakan bahwa inflasi pada Oktober 2025 menjadi yang tertinggi dibandingkan tingkat inflasi pada Oktober 2021-2024, mencapai 0,28 persen month-to-month(mtm).
Ia juga mengangakan tingkat inflasi tersebut disumbangkan oleh emas perhiasan (0,21 persen), cabai merah (0,06 persen), telur ayam ras (0,04 persen), daging ayam ras (0,02 persen), serta wortel (0,01 persen).
Sementara itu, BPS mencatat inflasi bulanan pada Oktober 2021 mencapai 0,12 persen mtm, yang dipicu oleh kenaikan harga cabai merah dan minyak goreng yang memiliki andil inflasi masing-masing sebesar 0,05 persen.
Tarif angkutan udara juga berkontribusi terhadap inflasi pada bulan tersebut sebesar 0,03 persen, daging ayam ras sebesar 0,02 persen dan rokok kretek filter sebesar 0,01 persen.
Setahun kemudian, pada Oktober 2022, justru terjadi deflasi sebesar 0,11 persen mtm. Namun, sejumlah komoditas masih memberikan andil inflasi, seperti beras dan bensin masing-masing sebesar 0,03 persen, serta tukang bukan mandor, bahan bakar rumah tangga, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen.
Pudji mengangakan tren inflasi kembali muncul pada Oktober 2023 dengan tingkat inflasi 0,17 persen mtm dengan beras, bensin, cabai rawit, tarif angkutan udara, dan cabai merah menjadi pendorong utama.
Ia juga mengangakan masing-masing komoditas berkontribusi terhadap inflasi sebesar 0,06 persen, 0,04 persen, 0,03 persen, 0,02 persen, dan 0,01 persen.
Sementara itu, pada Oktober 2024, inflasi tercatat sebesar 0,08 persen mtm yang disumbangkan oleh kenaikan harga emas perhiasan dengan andil 0,06 persen, daging ayam ras 0,04 persen, bawang merah 0,03 persen, serta tomat dan nasi dengan lauk masing-masing 0,02 persen.
“Dan berdasarkan historis, di setiap Oktober dari 2021 hingga 2025 (kecuali pada 2022), komoditas yang menyumbang inflasi umumnya merupakan komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dan merupakan komoditas komponen harga bergejolak,” ujar Pudji.
Suka(8223)
Sebelumnya: BPOM respon sirop obat dari India diduga ber
Selanjutnya: Pegawai Federal AS antre bantuan makanan saat shutdown
Artikel Terkait
- Potret pembuat gelato Italia yang mengejar impian di Shanghai
- Kemenkes edukasi warga Manokwari soal sistem rujukan kesehatan
- Hukum kemarin, KA Harina tabrak truk hingga vonis eks Kapolres Ngada
- Istana suguhkan Soto Banjar hingga mangut gindara untuk Presiden Afsel
- BSI target nilai bisnis emas mencapai Rp100 triliun pada 2030
- BGN tegaskan ngak ada SPPG yang boleh memasak sebelum jam 12 malam
- Hamas: Cuma 980 truk bantuan masuk Gaza sejak gencatan senjata berlaku
- SPPG Polda Kalteng salurkan MBG pertama bagi 1.000 penerima manfaat
- Komdigi hadirkan Garuda Spark Medan untuk pengembangan talenta digital
- Gaya hidup sehat dan latihan beban bantu cegah osteoporosis
Resep Populer
Rekomendasi

IHSG BEI menguat seiring stabilitas ekonomi domestik

Ngak hanya segar, 10 buah ini efektif cegah dehidrasi saat cuaca panas

Gaya hidup sehat dan latihan beban bantu cegah osteoporosis

Kriminal kemarin, tersangka korupsi ekspor lalu sabu lewat ayam kecap

Airlangga yakin eksyar RI segera capai peringkat pertama secara global

Sekjen ARUN harap dapur MBG bisa jadi pusat pembelajaran gizi seimbang

Pengamat sebut produk halal ekraf bisa tingkatkan pendapatan negara

Gubernur minta kepala daerah tetapkan lokasi pembangunan SPPG 3T